Minggu, 20 November 2011
Sabtu, 22 Oktober 2011
Jawa Pos: World Young Reader Newspaper Of The Year
Who says newspapers aren\'t attractive to young readers? Twenty-four World Young Reader Prize winners, from a wide variety of countries and cultures, demonstrate there is much newspapers can do to attract the next generation of readers.From the World Young Reader Newspaper of the Year – the Jawa Pos in Indonesia – through the winners of jury commendations, the 2011 Young Reader Prize winners show how newspapers can successfully appeal to younger audiences in the digital age.
Details about their winning projects can be found at http://tinyurl.com/aboutthewinners
“Our jury of past prize winners and young readership development experts was particulary impressed with the range of great practice this year, from a deceptively simple literacy project to a very effective newspaper-based social network for young people interested in business,” said Aralynn McMane, executive director of young readership development at the World Association of Newspapers and News Publishers (WAN-IFRA).
WAN-IFRA annually awards the World Young Reader Prizes to newspapers that have devised the best project or activity to attract young readers. Support for the prizes comes from Norske Skog, the Norway-based global paper producer, as part of its partnership in WAN-IFRA’s Newspapers in Education Development Project.
The awards will be presented on 12 October in Vienna during the World Newspaper Congress and World Editors Forum. Top winners come from Brazil, Indonesia, India, Portugal, The Philippines and the United States.
Details of the Congress and Forum can be found at: http://tinyurl.com/6x223jy
WAN-IFRA, based in Paris, France, and Darmstadt, Germany, with subsidiaries in Singapore, India, Spain, France and Sweden, is the global organisation of the world’s newspapers and news publishers. It represents more than 18,000 publications, 15,000 online sites and over 3,000 companies in more than 120 countries. Its core mission is to defend and promote press freedom, quality journalism and editorial integrity and the development of prosperous businesses.
Rabu, 19 Oktober 2011
enampilkan entri terbaru dengan label Sains. Tampilkan entri lawas
![]() |
| Foto : first-news.blogspot.com |
Keberadaan planet itu telah diduga sejak tahun 2006 lalu namun baru dikonfirmasi tahun 2010 kemarin. Diketahui, planet tersebut tergolong dalam jenis planet gas dengan massa kurang dari 4,5 kali massa Jupiter.
Berdasarkan observasi dengan William Herschel Telescope, suhu WASP-33b mencapai 3200 derajat Celsius. Suhu itu lebih panas daripada bintang katai merah yang bersuhu 700 derajat Celsius dan WASP-12b yang suhunya 2300 derajat Celsius.
Salah satu penyebab panasnya suhu planet itu adalah suhu bintang induknya yang juga panas. Astronom mengatakan, suhu bintang induk planet itu adalah 7160 derajat Celsius, lebih tinggi dari suhu matahari yang hanya 5600 derajat Celsius.
Sementara, sebab lain adalah kedekatan jarak orbit WASP-33b dengan bintang induknya. Dengan jarak hanya 7 persen dari jarak Merkurius-Matahari, planet ini seakan menjadi "ketularan" panas bintang induknya.
Studi tentang planet ini dipimpin oleh Alexis Smith dari Universitas Keele di Stafordshire, Inggris. Lewat studi ini, astronom juga mengetahui bahwa waktu revolusi planet ini sangat singkat, hanya 29,5 jam.
Drake Demming dari Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland yang tidak terlibat penelitian ini mengatakan, "WASP-33b bisa membantu astronom menelaah planet panas yang karakteristisknya masih misteri."
Hal yang bisa dipelajari misalnya adanya planet berorbit dekat dengan bintangnya yang memiliki lapisan atmosfer luar lebih dingin dari lapisan dalamnya. Ini mengejutkan karena planet tersebut "dipanaskan" dari luar.
Deming mengatakan, fakta itu bisa berkaitan dengan adanya senyawa berbasis karbon yang mengubah cara atmosfer merespon radiasi. Senyawa kimia tertentu bisa terbentuk akibat sinar ultraviolet dari bintang.
"Ini pastinya akan menjadi planet yang ingin Anda lihat. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa mempelajari planet yang mengorbit pada bintang yang super panas," pungkas Deming dalaminterview-nya dengan New Scientist.

Fakultas Teknik dan Sains Waseda University, Jepang, menawarkan beasiswa melalui “Admission to International Graduate Program (AIGP)" untuk periode akademik September 2011. Total beasiswa yang disiapkan bagi pelajar Internasional melalui program tersebut sebanyak 15 beasiswa untuk program Doktoral dan Master.
Adapun jalur untuk mendapatkan beasiswa tersebut bisa dilakukan melalui dua pintu. Pertama dari Pemerintah Jepang melalui MEXT atau Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology. MEXT menyediakan 9 beasiswa Doktoral dan Master di Waseda University.
Kedua, melalui Asia Special Scholarship (ASS). ASS menyediakan 6 beasiswa program Doktoral dan Master untuk periode September 2011.
Bagi yang berminat, pendaftaran beasiswa ini akan ditutup 7 Januari 2011. Informasi mengenai syarat dan skema beasiswa bisa diunduh dihttp://www.sci.waseda.ac.jp.
Langganan:
Postingan (Atom)
